Tantangan Desain : Undangan Pernikahan Bertema Manga

Beberapa waktu lalu seorang sahabat meminta, atau menurut saya pribadi lebih tepatnya memberikan tantangan, kepada saya untuk mendesain sebuah undangan pernikahan bertema manga. Lucunya konsep itu sudah lama saya pikirkan untuk saya gunakan sendiri pada undangan pernikahan saya kelak. Sebuah kebetulan, karena saya bisa mematangkan konsep tersebut. Namun anehnya, saat saya tanya kepada sahabat saya itu mengenai rencana pernikahannya, dia hanya menjawab bahwa tantangan ini hanya iseng semata dan dia sendiri belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat. Wah… wah… iseng kok yang makan waktu ya, desain yang seperti ini kan tidak bisa sebentar, Belum lagi kalau kerjaan di kantor sedang banyak – banyaknya bisa makin lama lagi waktu pengerjaannya.

“Baiklah, mengapa tidak?”, saya pikir. “Toh selama ini kami berdua selalu saling membantu.” dan demikianlah saya terima tantangan tersebut.

Langkah pertama yang saya lakukan adalah menggambar sketsa sebagai draft untuk ditunjukkan kepada sahabat saya itu sehingga ia tidak perlu menunggu lama untuk mengetahui konsep yang telah saya pikirkan.

Sketsa Undangan

Diawali dari sketsa ini, saya coba menambahkan beberapa variasi untuk informasi seperti umumnya yang tertulis pada undangan resepsi pernikahan. Ya, undangan ini memang ditujukan sebagai undangan resepsi saja. Dengan kata lain, jika sahabat saya itu benar – benar menggunakan desain ini maka sebaiknya ia melangsungkan akad nikah beberapa minggu sebelum tanggal resepsi.

Draft Undangan

Jujur harus saya katakan bahwa sahabat saya itu belum pernah memperkenalkan jodohnya kepada saya atau kawan – kawan lainnya, lagipula ia minta agar tantangan ini dirahasiakan. Paling tidak agar tidak ada kawan – kawan yang tahu bahwa ia yang meminta saya untuk membuat desain ini. Demikianlah, nama yang saya gunakan dalam desain undangan ini saya reka sendiri, sehingga mungkin akan berubah di tahap berikutnya.

Setelah saya tunjukkan sketsa ini, ia mengungkapkan bahwa ada beberapa bagian yang dirasa kurang, terutama pada proporsi tubuh karakter prianya. Wah… wah… ketahuan dong kalau saya tidak terbiasa menggambar karakter pria, atau lebih tepatnya bisa dibilang tidak suka, hahaha…

Begitulah, akhirnya saya putuskan untuk membuatnya dalam format digital. Namun karena kesibukan saya, tantangan ini sempat terbengkalai selama beberapa pekan. Saat saya kembali mengerjakannya, saya tambahkan beberapa sketsa baru (dan sebuah halaman manga) yang digambar di GIMP.

Terima kasih Intuos4… Akhirnya saya sekarang tidak boros kertas lagi, hehehe…

Hanya saja demi alasan kerapihan, saya putuskan untuk menggambar ulang sketsa – sketsa tersebut di Illustrator…

Sampul Belakang Chibi Undangan Halaman 1

dan mewarnai mereka di photoshop. Namun sebelum saya selesaikan pewarnaan semua sketsa ini. Terlebih dahulu saya tunjukkan undangan ini dengan seluruh sketsa yang belum diwarnai. Paling tidak, bisa menjadi gambaran tentang bentuk undangan ini setelah benar – benar selesai.

undangan_draft_lineart

Untuk bentuknya setelah selesai, sepertinya tidak bisa saya tampilkan di sini. Karena hanya saya tunjukkan kepada sahabat saya. Namun bagian per bagian yang telah diwarnai bisa dilihat di profil DeviantArt saya; http://ditto-kun.deviantart.com.

Begitulah, menerima tantangan seperti ini tidak ubahnya seperti kerja freelance, terkadang melelahkan karena dikejar tenggat waktu namun tetap mengasyikkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s